Maha Raja Muda bertanya,"Kakanda, mengapakah dikau tetap setia pada pekerjaanmu yang tak menghasilkan sesuatu yang setimpal dengan kerja keras dan jerih payah Kakanda sendiri? Apakah butir-butir keringat yang telah kau cucurkan tak cukup membuktikan bahwa kakanda berhak dan layak untuk mendapatkan kerja yang lebih baik? Bahkan ada kursi tahta untuk Kakanda?"
Maha Raja Madya, memilih menjadi Tabib Muda yang melakukan perjalanan dari seberang negeri sampai pelosok desa, ia mengerti ia layak menjadi seorang patih atau raja, tapi ia belum memikirkannya, ia tidak mengindahkannya dan ia memilih menjadi seseorang yang setia pada pilihannya.
"Benar, Adiknda. Kakanda memang tahu apa yang Kakanda kerjakan dan lakukan ini, dahulu Kakanda pernah sesekali menyesal mengapakah Kakanda bersi keras menjalani profesi menjadi Tabib yang tak kaya harta, namun kini Kakanda tahu profesi yang Kakanda kerjakan bukan berasal dari otak ataupun bibir yang sekedar terlontarkan begitu saja, namun murni dari hati yang mengatakan. Adiknda mengerti??" jawab Tabib Muda yang asli merupakan Kakanda Maha Raja Muda.
"Iya, Kakanda, Adiknda mengerti. Namun kapankah Kakanda bersedia kembali untuk menduduki singgasana raja?"
"Untuk hal ini, Kakanda hanya dapat berkata, waktulah yang dapat membuat Kakanda memutuskan untuk kembali, barangkali setelah banyak dan luasnya pengalaman yang Kakanda dapati, Kakanda baru dapat kembali lagi."
inti dari pada inti yang terkandung pada inti pokok permasalahan.....
- Jika kamu melakukan segala sesuatu dengan setia dan kamu mulai menyukainya apapun bentuknya, apapun kelebihan dan kekurangannya dan kamu dapat menerima semuanya. Itu adalah sebuah pelayanan yang terlahir dari hati, bukan berasal dari pikiran saja, ataupun hanya ucapan saja, itu bukan sekedar emosi semata.
- dan waktulah yang dapat menjawab semua misteri dari hati.
Hanya waktu yang dapat menyelesaikan persoalan hati.
didedikasikan u/
mereka yang sulit memecahkan misteri ilmu per-hatian
