RSS
Write some words about you and your blog here

Misteri ilmu per-hatian

Maha Raja Muda bertanya,"Kakanda, mengapakah dikau tetap setia pada pekerjaanmu yang tak menghasilkan sesuatu yang setimpal dengan kerja keras dan jerih payah Kakanda sendiri? Apakah butir-butir keringat yang telah kau cucurkan tak cukup membuktikan bahwa kakanda berhak dan layak untuk mendapatkan kerja yang lebih baik? Bahkan ada kursi tahta untuk Kakanda?"

Maha Raja Madya, memilih menjadi Tabib Muda yang melakukan perjalanan dari seberang negeri sampai pelosok desa, ia mengerti ia layak menjadi seorang patih atau raja, tapi ia belum memikirkannya, ia tidak mengindahkannya dan ia memilih menjadi seseorang yang setia pada pilihannya.

"Benar, Adiknda. Kakanda memang tahu apa yang Kakanda kerjakan dan lakukan ini, dahulu Kakanda pernah sesekali menyesal mengapakah Kakanda bersi keras menjalani profesi menjadi Tabib yang tak kaya harta, namun kini Kakanda tahu profesi yang Kakanda kerjakan bukan berasal dari otak ataupun bibir yang sekedar terlontarkan begitu saja, namun murni dari hati yang mengatakan. Adiknda mengerti??" jawab Tabib Muda yang asli merupakan Kakanda Maha Raja Muda.

"Iya, Kakanda, Adiknda mengerti. Namun kapankah Kakanda bersedia kembali untuk menduduki singgasana raja?"

"Untuk hal ini, Kakanda hanya dapat berkata, waktulah yang dapat membuat Kakanda memutuskan untuk kembali, barangkali setelah banyak dan luasnya pengalaman yang Kakanda dapati, Kakanda baru dapat kembali lagi."

inti dari pada inti yang terkandung pada inti pokok permasalahan.....

  • Jika kamu melakukan segala sesuatu dengan setia dan kamu mulai menyukainya apapun bentuknya, apapun kelebihan dan kekurangannya dan kamu dapat menerima semuanya. Itu adalah sebuah pelayanan yang terlahir dari hati, bukan berasal dari pikiran saja, ataupun hanya ucapan saja, itu bukan sekedar emosi semata.
  • dan waktulah yang dapat menjawab semua misteri dari hati. 

Hanya waktu yang dapat menyelesaikan persoalan hati.

didedikasikan u/

mereka yang sulit memecahkan misteri ilmu per-hatian

'AnOmaLi' PERSAHABATAN by MaHa

Identik dengan kebersamaan dan berusaha menyinkronkan semuanya…melakukan semua bersama…Detik-detik yang dilewati terasa penting, menit dan jam terlewat, bahkan hari bulan dan tahun dapat berganti dengan amat cepat dan tak terasakan lagi. . .

Tapi ketika di dalamnya terlibat sebuah perselisihan baik dengannya maupun batin sendiri, apakah kamu masih sanggup menjalani semua seperti biasanya? Mungkin ya, dan bahkan tidak. 
Maha kecil berusaha menafsirkan arti persahabatan untuk pribadinya sendiri. . 

Sahabat itu bukan pengisi kekurangan kita hingga kita menjadi sempurna…

Siapa bilang sahabat itu sempurna atau dapat menjadi penyempurna kita?? Meraka ada bukan untuk menyempurnakan kita atau menjadi sempurna. Melainkan untuk saling mengisi, hanya mengisi yang dapat mereka isikan, bukan yang apa yang mereka tidak mampu isikan. Jangan hanya berkata dan menuntutnya. Jika kamu bersahabat dan mengatur sahabatmu ini dan itu, bukankah kamu hanya menciptakan sahabat dari bayangan dirimu sendiri? Kamu juga memerlukannya sebagai pribadinya sendiri, jadi jangan mengubahnya menjadi pribadi yang berbeda. Tempatkan posisimu pada posisinya, kamu akan meresakan suka duka bersahabat secara alami tanpa dibuat-buat.

Sahabat tidak selalu ada…

Siapa bilang sahabat harus selalu ada?? Bahkan ketika sahabatmu memiliki jalinan pertemanan dengan sahabatnya yang lain, apakah kamu akan egois membuntutinya kemana ia berjalan. Aku rasa tidak! Ada waktunya dimana seorang sahabat ‘mengizinkan’ sahabatnya memiliki seseorang yang lain. Sekalipun ia sedikit tergeser terlupakan. Tapi itu membahagiakan dirinya secara tak langsung, karena ia dapat melihat sahabatnya nyaman dengan keadaannya yang ‘berbeda’. Bukankah tak semua jalinan pertemanan dapat berbuat demikian?? Sahabat sejati dapat mengerti kapan ia dibutuhkan dan kapan ia harus sejenak ‘pergi’.. Bukan berarti ia tersingkirkan mutlak, tapi ia merasa tindakannya dapat membuat sahabatnya akan selalu ada menjadi ‘miliknya’ dalam hatinya.

Tapi…
Sahabat itu selamanya….
Apa iya selamanya??? Aku hanya bisa bilang iya… Selama ada pengertian dan rasa ikhlas menerima dan menjalani semua… Tak jarang ada hubungan yang tak langgeng, ada kemarahan ada dendam bahkan iri dengki srei , tapi seorang sahabat sejati tahu bagaimana cara dan jalan penyelesaiaan untuk menyatukan tali persahabatan mereka.
Mencari Sahabat Sejati memang susuah bukan main, tapi untuk mencoba menjadi sahabat sejati tidak akan sesulit mendapatkan sahabat itu sendiri...
Selamat mencoba menjadi sahabat sejati…. Jangan terlalu ngoyo, hanya mencoba selalu bijak dalam mengambil sebuah komitmen itu...