RSS
Write some words about you and your blog here

3 Pohon


 

Barusan aku membaca artikel. Menurutku bagus sekali. Alkisah tentang 3 pohon yang tumbuh berdampingan dengan impian mereka masing-masing.

Jadi, mereka saling bercakap-cakap dan menceritakan keinginannya masing-masing.

Pohon pertama berkata bahwa ia ingin menjadi peti harta karun, dengan begitu dapat lebih berguna.

Pohon kedua berkata ia ingin menjadi perahu yang besar serta megah dan kelak membawa para bangsawan dan raja-raja.

Pohon ketiga ingin menjadi pohon yang tertinggi di hutan itu, sehingga ia dapat dilihat dan dikenang oleh banyak orang.

Waktu berlalu, penebang menebang mereka.

Pohon pertama dibawa pada tukang pembuat peti, ia sangat senang karena akan segera terwujud keinginannya. Namun ternyata pembuat peti itu membentuknya menjadi tempat jerami dan diletakkan di kandang domba peliharaan. Dan pada kemudian hari, ia akan sangat bahagia karena ternyata ia berguna untuk seorang bayi yang lahir di sebuah kandang domba.

Pohon kedua dibawa pada seorang pembuat perahu, tahu akan hal ini membuatnya merasa bangga akan menjadi perahu besar yang megah. Namun keinginannya tak tercapai, ia hanya dijadikan perahu kecil. Suatu hari ia sangat cemas ketika berlayar, badai datang dan hampir menenggelamkan dirinya dan seluruh orang yang ia bawa. Namun seorang pria bangkit berdiri dan berkata "Diam! Tenanglah." pada badai itu dan ia serta seluruh awak kapal selamat.

Pohon ketiga sedih ia tak dapat menjadi pohon tertinggi yang dapat dikenang banyak orang, ia telah ditebang. Namun, apa yang ia dapati tentang dirinya. Ia hanya dionggokkan di sebuah gudang. Dan suatu hari, ia akan dipikul seorang pria dan pria tersebut akan dipaku diatasnya.

Ya, anak bayi itu, pria itu, Yesus. Tuhan dan Juru Selamat kita. Seorang Guru dan Sahabat yang terbaik. Seseorang yang sungguh-sungguh berarti untuk kita.

Lihat!!! Pohon-pohon itu, mereka tak mendapati dirinya menjadi seperti apa yang mereka pikirkan dan mereka inginkan. Namun, mereka dibentuk oleh TUHAN untuk menjadi sesuatu yang jauh lebih berguna dan jauh lebih baik dari apa yang pernah mereka impikan.

Jesus always loves you and me..

love green


Save Our Earth.. Save Our Money.. Save Our Time.. Save Our Energy

mulai dari hal-hal kecil :

1. Jangan buang sampah sembarangan habis jajan. Contohnya: di kelas= laci meja (ntar sama aja kita yang buang kan? jangan tunda-tunda waktu dong! Katanya waktu itu berharga)

2. Jangan berlagak ngga ngerti, terus buang sampah seenaknya di jalan. (nambah uang buat bayar tukang pembersih jalan)

3. Jangan naek motor sendiri-sendiri kalo ada yang bisa ditebengin. (ngirit uang bensin tau..)

4. Jangan suka nyabutin apalagi nebang pohon seenaknya sendiri. (bisa jadi objek wisata thu, nambah devisa negara)

5. Jangan nyalain AC waktu pagi hari (kasian yang bayar listrik.. masih dingin jugak)

6. Jangan suka mbakar sampah (udaranya ngga enak buat napas, kasian yang punya asma, ngluarin banyak uang buat berobat)

7. Jangan buang hajat di sembarang kali (kasian ibuk-ibuk yang nyuci baju di pinggir kali klo sampe ada yang ikut..harus bilas berulang kali thuh)

8. Jangan teriak-teriak kalo orangnya ada di sampingmu (udah buat polusi suara,buang-buang tenaga pula)

9. Jangan beli plastik putih, beli yang ithem aja kan sudah mengelami daur ulang (lebih murah)

10. Jangan baca ini deh.. asal-asalan soalnya.. ngga banyak membantu program 'melindungi bumi' cuma buat ketawa-ketiwi kok.. :D

Kesesakkan

Kemarin aku menerima hasil belajar selama setahun ini, jangan bertanya berapa nilaiku, jangan tanya rata-ratanya, bahkan jangan memberi selamat. Itu yang terdengar dari dalam hatiku. Batinku sedikit sedih bercampur kecewa dan duka, kemudian dibumbui sedikit rasa bersalah dan ingin bersembunyi. Namun ketika kembali tersadar aku bertahan oleh bisikan yang kelihatannya adalah bisikan dari Tuhan. Ketenangan dan senyuman si aku, bukan berusaha menyembunyikan apa yang didapat tapi berusaha mensyukuri apa yang didapat. Sulit tapi aku percaya Tuhan punya rencana.

Aku tiba di rumah, lalu bertemu kedua orang tuaku, aku kira akan ada sedikit senyum kecewa, namun apa yang terjadi? Tebaklah kawan? Aku tak menemukan tanda-tanda itu pada kedua orang tuaku. Mereka tersenyum. Bangga. Itu yang aku dapati. Memang tak sebaik apa yang diraih teman-temanku yang lainnya, tapi suami istri ini bahagia. Aku sedih namun rasa bahagia bangkit.

Ayahku berkata, "Angka ini sudah lebih dari cukup untuk menjadi sukses anakku. Kamu tidak membutuhkan nilai sempurna, apalagi jika itu dengan cara yang salah. Ayah bangga dengan hasil aslimu, berapapun angka yang tertera di rapormu. Sukses bukan dari nilai, tapi dari apa yang kamu hasilkan dengan keringatmu" Ibuku melanjutkan, "Jangan berpikir untuk mengalahkan teman-temanmu, kami dulu juga bukanlah orang yang pandai. Kamu pikir kami pintar? Kami juga sepertimu, bukan murid ter- segalanya. Hanya ketahuilah bahwa setiap orang tidak sempurna, punya kelebihan dan kekurangan. Carilah kelebihanmu."

hal-hal yang si aku suka, bahwa:

1. Tuhan memang punya rencana. Ketika aku bimbang dengan hasil jerih payahnya yang tidak memuaskan, Tuhan memberi jalan dorongan motivasi dari orang tua si aku.

2. Ayah ibunya tidak menuntutnya untuk menjadi lebih. Hanya memintanya untuk melakukan yang terbaik dari yang ia bisa lakukan.

3. Mengingatkan untuk terus bersyukur dan bertahan, TUHAN mengetahui apa yang anak-anaknya lakukan, dan IA dapat membuat segalanya indah jika IA berkenan akan apa yang kita kerjakan. IA tak kan membuat si aku terus 'di bawah' , karena IA mengerti dan memahami si aku telah berusaha sebaik yang si aku bisa dengan kekuatannya.

4. TUHAN membangkitkan semangat ketika kita bersyukur, berserah dan melakukan yang benar di hadapan-NYA. 

bukan curahan pribadi, diambil dari teriakan banyak hati yang terluka oleh kepalsuan

Percayalah apabila kau melakukan apa yang benar di hadapanNYA, tak kan segan IA turun tanggan menggendongmu., meneruskan segala kesukaranmu dan memberi jalan ditiap kesesakkan hatimu. Jesus LOVE you. Kalau pun sekali-kali engkau mengecewakan, IA tak kan mengutuki mu, IA akan mengulurkan tangganNYA jika engkau mau memperbaiki semua itu. (MAHA)