RSS
Write some words about you and your blog here

Kesesakkan

Kemarin aku menerima hasil belajar selama setahun ini, jangan bertanya berapa nilaiku, jangan tanya rata-ratanya, bahkan jangan memberi selamat. Itu yang terdengar dari dalam hatiku. Batinku sedikit sedih bercampur kecewa dan duka, kemudian dibumbui sedikit rasa bersalah dan ingin bersembunyi. Namun ketika kembali tersadar aku bertahan oleh bisikan yang kelihatannya adalah bisikan dari Tuhan. Ketenangan dan senyuman si aku, bukan berusaha menyembunyikan apa yang didapat tapi berusaha mensyukuri apa yang didapat. Sulit tapi aku percaya Tuhan punya rencana.

Aku tiba di rumah, lalu bertemu kedua orang tuaku, aku kira akan ada sedikit senyum kecewa, namun apa yang terjadi? Tebaklah kawan? Aku tak menemukan tanda-tanda itu pada kedua orang tuaku. Mereka tersenyum. Bangga. Itu yang aku dapati. Memang tak sebaik apa yang diraih teman-temanku yang lainnya, tapi suami istri ini bahagia. Aku sedih namun rasa bahagia bangkit.

Ayahku berkata, "Angka ini sudah lebih dari cukup untuk menjadi sukses anakku. Kamu tidak membutuhkan nilai sempurna, apalagi jika itu dengan cara yang salah. Ayah bangga dengan hasil aslimu, berapapun angka yang tertera di rapormu. Sukses bukan dari nilai, tapi dari apa yang kamu hasilkan dengan keringatmu" Ibuku melanjutkan, "Jangan berpikir untuk mengalahkan teman-temanmu, kami dulu juga bukanlah orang yang pandai. Kamu pikir kami pintar? Kami juga sepertimu, bukan murid ter- segalanya. Hanya ketahuilah bahwa setiap orang tidak sempurna, punya kelebihan dan kekurangan. Carilah kelebihanmu."

hal-hal yang si aku suka, bahwa:

1. Tuhan memang punya rencana. Ketika aku bimbang dengan hasil jerih payahnya yang tidak memuaskan, Tuhan memberi jalan dorongan motivasi dari orang tua si aku.

2. Ayah ibunya tidak menuntutnya untuk menjadi lebih. Hanya memintanya untuk melakukan yang terbaik dari yang ia bisa lakukan.

3. Mengingatkan untuk terus bersyukur dan bertahan, TUHAN mengetahui apa yang anak-anaknya lakukan, dan IA dapat membuat segalanya indah jika IA berkenan akan apa yang kita kerjakan. IA tak kan membuat si aku terus 'di bawah' , karena IA mengerti dan memahami si aku telah berusaha sebaik yang si aku bisa dengan kekuatannya.

4. TUHAN membangkitkan semangat ketika kita bersyukur, berserah dan melakukan yang benar di hadapan-NYA. 

bukan curahan pribadi, diambil dari teriakan banyak hati yang terluka oleh kepalsuan

Percayalah apabila kau melakukan apa yang benar di hadapanNYA, tak kan segan IA turun tanggan menggendongmu., meneruskan segala kesukaranmu dan memberi jalan ditiap kesesakkan hatimu. Jesus LOVE you. Kalau pun sekali-kali engkau mengecewakan, IA tak kan mengutuki mu, IA akan mengulurkan tangganNYA jika engkau mau memperbaiki semua itu. (MAHA)

0 komentar:

Posting Komentar