apakah salah kalau seseorang pernah merasakan kesepian
kesepian yang sunyi, dan sunyi itu merayap perlahan
menyusup dalam batin yang dalam
apakah yang seharusnya dia lakukan untuk meriuhkan dirinya kembali
teman?? mereka tak kan ada untuk selamannya
terkadang benar memang, orang bilang "habis manis sepah dibuang"
siapa sih yang mau barang "sepah"?
sebuah pertanyaan besar bertandatanya besar pula
apakah kita hanya bisa hidup oleh karena teman??
bukan menghakimi kita sebagai "teman" orang lain
tapi coba lihat lagi diri kita ini
apakah kita andil dalam kesepian orang lain
yang notabene adalah "teman" kita

0 komentar:
Posting Komentar